Instagram

Thursday, January 01, 2026

1 Januari 2026



Hari pertama dari 365 hari yang akan datang. Lucu aja sih, ada yang ketiduran padahal mau maksi bareng, ada yang kartu sim nya tetiba ga berfungsi, ada yang mau cari souvenir utk tanggal 4, tapi berubah pikiran, ada yang tetiba harus standby utk launching kartu, padahal udah siap mau acara tahun baruan, ada yang masih lemas, yang mengakibatkan berubahnya kesepakatan, ada yang harus ke pelabuhan, haha. Tapi ada senangnya juga, bisa makan donat, makan sandwich, beli pernak-pernik natal yang diskon, dan dapat tshirt buat sehari-hari. Plus, langit sore ini berwarna meriah.




Wednesday, December 31, 2025

Hari Terakhir di 2025

Ternyata, Desember-nya lumayan lari dari imajinasi. Tapi gak apa-apa, akhirnya selesai juga bulannya.

Ternyata adik yang sakit akhirnya didiagnosa DB. Dirawat di RS selama 6 hari, setelah kembali ternyata tidak langsung kuat. Sudah 2 minggu sejak keluar dari RS, dia masih belum bisa aktivitas normal karena masih lemas, oleng, mulut sariawan, makan belum normal, dan BAB tidak tiap hari. 

Efek dari kondisi di atas, jadwal care giver ala kami menjadi timpang. Haha. Tapi ga mau stres. Capek boleh, stres jangan. Ku jalani dengan ngos-ngosan, tapi ga pake stres. Stres-nya malah datang saat tetiba bangun pagi disuguhin cari apron, yang ingatannya ga hadir sampai detik ini. Biarlah apronnya pakai apa saja.

Yang bikin agak hepi adalah, hari ini ijin gak ke papah, karena rumah sendiri sama sekali gak kepegang. Padahal, liburnya sudah mau habis. Jadi, bisa ganti gordyn, ganti sprei, lap kaca dan teman-temannya, nyapu dan pel, jeda rehat: nonton jumbo, beresin sepatu, urus tanaman dalam rumah, cupir, kalau masih kuat mau cuci gombalan dan tirai kamar mandi. Pengen jogging juga. Hahaha. Yang belum kepegang adalah menyiangi rumput di halaman, karena seharian hujan.

Semoga esok hari, awal 2026, menjadi awal segala sesuatu yang baik, berkah, dan berguna. Kita kuat menjalani hari-hari dan selalu ada solusi saat ada tantangan yang hadir. Amin.

Rabu, 31 Desember 2025

HAPPY NEW YEAR



Sunday, December 14, 2025

AGAK LAEN




Hari ini ada yang enggan pergi ke Gereja. Tapi dia sudah bangun pagi dan mandi. Singkat cerita, akhirnya kami keluar rumah di waktu yang terbilang masih pagi. Di perjalanan, kami mengarah ke TangSel. Tapi, tiba-tiba, dia berubah pikiran dan akhirnya berputar haluan menuju ke Jakarta.

Karena belum sarapan, kami mencari tempat untuk makan. Sepanjang jalan berdiskusi, tidak menemukan kesepakatan. Tapi, saat di pertigaan lampu merah kami berhenti, ada warteg yang terlilhat bersih dan cemerlang..haha. Warnanya hijau dan oren. Akhirnya kami sarapan di situ. Berdua Rp 39.000 saja.

Dari sarapan, kami bingung lagi mau kemana. Diputuskan mau ke suatu tempat nongki yang mesin edc nya disediakan oleh kantor Pak Su. Setiba di seputaran lokasi, dia berubah pikiran karena melihat tempat ngopi yang unik, vintage. Kami terdampar di situ. Tempatnya seru, F&B nya juga nikmat, walaupun harganya 10X lipat dibanding sarapan kami. Haha..

Setelah selesai ngopi, rencananya kami mau lanjut nonton, dan akhirnya kami nonton 'Agak Laen'. Ngakak beramai-ramai se-studio..lol. Lalu di tengah film berlangsung, ada telpon masuk. Karena bising, akhirnya kirim iMssg. Ternyata dibutuhkan di Misa di Gereja di Bintaro..Jeng..jeng..
Langsung deh ngacir, sampai pegal pundak dan punggung karena tegang di atas motor. Plus gemetaran, deg-deg-an, khawatir tidak bisa tiba on time. Plus belum tahu lagu-lagunya. 

Sepanjang perjalanan, berusaha menenangkan diri sendiri. 'Ini bukan kekuatanku, Beliau yang menyuruhku, maka Dia yang akan mendukungku'. Puji Tuhan, tiba sekitar 35 menit sebelum Misa. Langsung setting electone, dan koordinasi dengan anggota koor. Seluruh proses berjalan lancar, puji Tuhan. 

Yang tak disangka, ternyata pemimpin misanya adalah Pastor yang pada tahun 2016, kami bersama nge-bolang di Poland. Huaaa...senangnya. 

Jalan hidup kita itu bukan kebetulan, semua sudah diatur. Tapi seringnya kita kurang peka. Hari ini, kuikuti semua prosesnya, dan memang jadi makin agak laen. Tidak bisa dinalar. Hanya bisa dinikmati dan diimani. Pondok kacang, Meruya, Cikini, Metropole, Bintaro, Graha Raya, semua dilalui dengan aman. Bersyukur juga, adik yang sedang sakit, ternyata tidak perlu dirawat di RS.

Summary:
1. Yang enggan ke Gereja akhirnya Misa
2. Ngopi lebih mahal dari makan berat
3. Bisa-bisanya, kostum hari ini sesuai dengan minggu Gaudete; Pink
4. Romo khotbah sambil nyanyi Cikini ke Gondangdia, aku riding Cikini ke Bintaro..wkwkwkwk
5. Bertemu Romo Doktor yang langka, hampir 10 tahun kemudian
6. Lagu-lagu misa, sudah pernah kumainkan, jadi lebih tenang dan PD
7. Adik tidak dirawat

Terima kasih Tuhan, untuk hari yang agak laen yang boleh kami lalui bersama kasih penyertaan-Mu

PS. Melanjutkan tulisan yang di post sebelum ini, keluarga yang sakit akhirnya sembuh jiwanya. RIP Tian.

Thursday, October 30, 2025



Pergumulan

Hai, sudah bertahun-tahun tidak mampir ke sini. 
Hari ini dapat info kalau ada saudara yang ternyata sakit dan cukup memprihatinkan. 
Padahal, hari ini juga tadinya mau ke klinik untuk konsul melasma.
Lalu, jadi berpikir dua kali untuk melanjutkan ke klinik. Pertama, karena kalau yang sakit sampai memburuk, berarti harus ada ekstra pengeluaran. Kedua, saat saya bergumul dengan proses penuaan, ketidaknyamanan di badan, dan perjuangan untuk tetap bisa aktif dan tetap bisa tampil menarik, di sisi lain, dihadapkan bahwa itu semua hanya penampilan luar, yang saat waktunya sakit, semua tidak berguna. 
Jadi, haruskah dilanjutkan ke klinik?

Tuesday, January 05, 2021

Saat hujan


Saat ini sedang hujan.🌧.

Sejak kemarin, saya berusaha mencarikan rumah sakit untuk teman yang sangat membutuhkannya. Sampai pagi ini, tidak ada hasil. Teman saya sudah lemah dan tertidur. Saya sedih, ada sedikit perasaan kecewa juga. Tapi berusaha untuk yakin bahwa ini semua ada di rencana-Nya.

Ya, saya akan sangat merasa bahagia jika teman saya bisa mendapatkan rumah sakit yang sesuai kebutuhannya. Ya, saya akan sangat bahagia jika teman saya akhirnya bisa bangun kembali dan sembuh. Tapi itu semua ‘saya’. 

Tuhan, tolong dia (teman saya) ya. Bukan karena saya, tapi karena belas kasih-Mu. Semoga dia segera bisa mendapatkan perawatan yang diperlukan, dan bisa segera pulih, seturut kehendak-Mu. Berkati juga keluarga dan para petugas kesehatan dengan kasih berlimpah, dalam perjuangan pelayanan mereka untuk merawat pasien.

Kekecewaan dan kekhawatiran tak dapat mengubah sehasta saja jalan hidupku. Maka, aku tidak khawatir. Karena ini semua tidak lepas dari rencana dan rancangan-Mu.

Get well soon my friend
Thank you Lord
Tenanglah jiwaku
🙏





Thursday, December 31, 2020

My closing statement of 2020

The end of the year.


‘This too shall pass’. 


Yes! This 2020 will pass for sure, whether you like it or not.

And we may be wondering what all this 2021 looks like.


So, my sane resolution will be:

  1. Having a healthy body, mind, and soul.
  2. Can fulfill my daily needs
  3. Can afford  coffee beans 


Thank you and bye 2020, welcome 2021


🙏




My Christmas Story

My Christmas Story

Natal anti mainstream, natal yang aneh


Aneh buat saya karena saya terbiasa sibuk dengan tugas2 permusikan saat natal, dan kali ini sepi nyenyep.


Aneh karena saat malam natal kali ini, saya seperti tanpa rasa, bengong, karena insiden ‘reaktif’. Tapi, setelah misa virtual, merasa lebih tenang dan nyaman.


Efek dari kegalauan itu, akhirnya hanya bisa zoom dengan orang2 tersayang, ditemani menu pecel ikan nila.


Aneh karena terbiasa mendapatkan ‘bingkisan natal’ yang berlimpah, apalagi saat harus mengiringi banyak koor. Tapi kali ini sangat jauh berkurang. Puji Tuhan masih ada yang bermurah hati mengirimkan bingkisan natal dari orang2 yang tidak saya duga. Semoga mereka beroleh berkat melimpah.


Aneh karena selama 20 thn kehidupan berumah tangga, tidak pernah punya pernak-pernik natal, dan tidak pernah mau ketempatan untuk kumpul2 natal. Tapi kali ini, saya punya dekor natal, menu natal, serta ketempatan merayakan natal bersama kelurga inti, untuk pertama kalinya.


Aneh karena saya bisa menyelesaikan surat Lukas. Tidak pernah terpikirkan sama sekali seumur hidup.


Aneh karena foto-foto ditemani tanaman.


Semua keanehan dan ke-anti mainstream-an tersebut, diakhiri dengan rasa bahagia dan ucapan syukur karena akhirnya saya dan keluarga bisa berkumpul dan makan siang secara sederhana di rumah. Yang reaktif mendapatkan hasil negatif. Puji Tuhan.




Sunday, August 23, 2020

Calathea

Belakangan ini, semenjak ada PSBB dan harus di rumah, banyak orang yang melakukan kegiatan berkebun. Saya sendiri sudah beberapa tahun belakangan memang melakukan hal ini. Nah, hal yang barunya adalah, saya mulai memasukkan tanaman-tanaman tersebut ke dalam rumah. Indoor. 

Yang saya mau cerita adalah, tentang Calathea. Waktu saya membeli tanaman tersebut, saya yakin sekali kalau daun-daunnya saling berjauhan (ada 3 helai). Itu kondisinya adalah saat siang hari. Lalu, sore hari, saya mau meletakan batu-batu putih di atas media tanam dalam pot. Saya kaget dan bingung, kok daun-daunnya jadi begitu ya. Mereka berdekatan dan mengumpul saling berhadapan. Saya jadi takut. Jangan-jangan, tanaman ini ada yang ‘aneh-aneh’. Hahahaha.
Lalu sambil masih bingung, saya menggunakan aplikasi pada gadget untuk mencari detail mengenai tanaman ini. Daaaann, ternyata, tanaman tersebut memang bisa berpindah posisinya. Hahahaha. Saya jadi tertawa sendiri, menertawakan ketidakpahaman saya karena baru pertama mengenal Calathea. Padahal, tanaman lidah buaya saya juga bisa berubah posisi, tapi karena saat itu parno, jadi tidak terpikir kalau bisa juga terjadi di tanaman lain.

Penampakan Calatheanya bisa dilihat pada gambar