Instagram

Wednesday, December 31, 2025

Hari Terakhir di 2025

Ternyata, Desember-nya lumayan lari dari imajinasi. Tapi gak apa-apa, akhirnya selesai juga bulannya.

Ternyata adik yang sakit akhirnya didiagnosa DB. Dirawat di RS selama 6 hari, setelah kembali ternyata tidak langsung kuat. Sudah 2 minggu sejak keluar dari RS, dia masih belum bisa aktivitas normal karena masih lemas, oleng, mulut sariawan, makan belum normal, dan BAB tidak tiap hari. 

Efek dari kondisi di atas, jadwal care giver ala kami menjadi timpang. Haha. Tapi ga mau stres. Capek boleh, stres jangan. Ku jalani dengan ngos-ngosan, tapi ga pake stres. Stres-nya malah datang saat tetiba bangun pagi disuguhin cari apron, yang ingatannya ga hadir sampai detik ini. Biarlah apronnya pakai apa saja.

Yang bikin agak hepi adalah, hari ini ijin gak ke papah, karena rumah sendiri sama sekali gak kepegang. Padahal, liburnya sudah mau habis. Jadi, bisa ganti gordyn, ganti sprei, lap kaca dan teman-temannya, nyapu dan pel, jeda rehat: nonton jumbo, beresin sepatu, urus tanaman dalam rumah, cupir, kalau masih kuat mau cuci gombalan dan tirai kamar mandi. Pengen jogging juga. Hahaha. Yang belum kepegang adalah menyiangi rumput di halaman, karena seharian hujan.

Semoga esok hari, awal 2026, menjadi awal segala sesuatu yang baik, berkah, dan berguna. Kita kuat menjalani hari-hari dan selalu ada solusi saat ada tantangan yang hadir. Amin.

Rabu, 31 Desember 2025

HAPPY NEW YEAR



Sunday, December 14, 2025

AGAK LAEN




Hari ini ada yang enggan pergi ke Gereja. Tapi dia sudah bangun pagi dan mandi. Singkat cerita, akhirnya kami keluar rumah di waktu yang terbilang masih pagi. Di perjalanan, kami mengarah ke TangSel. Tapi, tiba-tiba, dia berubah pikiran dan akhirnya berputar haluan menuju ke Jakarta.

Karena belum sarapan, kami mencari tempat untuk makan. Sepanjang jalan berdiskusi, tidak menemukan kesepakatan. Tapi, saat di pertigaan lampu merah kami berhenti, ada warteg yang terlilhat bersih dan cemerlang..haha. Warnanya hijau dan oren. Akhirnya kami sarapan di situ. Berdua Rp 39.000 saja.

Dari sarapan, kami bingung lagi mau kemana. Diputuskan mau ke suatu tempat nongki yang mesin edc nya disediakan oleh kantor Pak Su. Setiba di seputaran lokasi, dia berubah pikiran karena melihat tempat ngopi yang unik, vintage. Kami terdampar di situ. Tempatnya seru, F&B nya juga nikmat, walaupun harganya 10X lipat dibanding sarapan kami. Haha..

Setelah selesai ngopi, rencananya kami mau lanjut nonton, dan akhirnya kami nonton 'Agak Laen'. Ngakak beramai-ramai se-studio..lol. Lalu di tengah film berlangsung, ada telpon masuk. Karena bising, akhirnya kirim iMssg. Ternyata dibutuhkan di Misa di Gereja di Bintaro..Jeng..jeng..
Langsung deh ngacir, sampai pegal pundak dan punggung karena tegang di atas motor. Plus gemetaran, deg-deg-an, khawatir tidak bisa tiba on time. Plus belum tahu lagu-lagunya. 

Sepanjang perjalanan, berusaha menenangkan diri sendiri. 'Ini bukan kekuatanku, Beliau yang menyuruhku, maka Dia yang akan mendukungku'. Puji Tuhan, tiba sekitar 35 menit sebelum Misa. Langsung setting electone, dan koordinasi dengan anggota koor. Seluruh proses berjalan lancar, puji Tuhan. 

Yang tak disangka, ternyata pemimpin misanya adalah Pastor yang pada tahun 2016, kami bersama nge-bolang di Poland. Huaaa...senangnya. 

Jalan hidup kita itu bukan kebetulan, semua sudah diatur. Tapi seringnya kita kurang peka. Hari ini, kuikuti semua prosesnya, dan memang jadi makin agak laen. Tidak bisa dinalar. Hanya bisa dinikmati dan diimani. Pondok kacang, Meruya, Cikini, Metropole, Bintaro, Graha Raya, semua dilalui dengan aman. Bersyukur juga, adik yang sedang sakit, ternyata tidak perlu dirawat di RS.

Summary:
1. Yang enggan ke Gereja akhirnya Misa
2. Ngopi lebih mahal dari makan berat
3. Bisa-bisanya, kostum hari ini sesuai dengan minggu Gaudete; Pink
4. Romo khotbah sambil nyanyi Cikini ke Gondangdia, aku riding Cikini ke Bintaro..wkwkwkwk
5. Bertemu Romo Doktor yang langka, hampir 10 tahun kemudian
6. Lagu-lagu misa, sudah pernah kumainkan, jadi lebih tenang dan PD
7. Adik tidak dirawat

Terima kasih Tuhan, untuk hari yang agak laen yang boleh kami lalui bersama kasih penyertaan-Mu

PS. Melanjutkan tulisan yang di post sebelum ini, keluarga yang sakit akhirnya sembuh jiwanya. RIP Tian.

Thursday, October 30, 2025



Pergumulan

Hai, sudah bertahun-tahun tidak mampir ke sini. 
Hari ini dapat info kalau ada saudara yang ternyata sakit dan cukup memprihatinkan. 
Padahal, hari ini juga tadinya mau ke klinik untuk konsul melasma.
Lalu, jadi berpikir dua kali untuk melanjutkan ke klinik. Pertama, karena kalau yang sakit sampai memburuk, berarti harus ada ekstra pengeluaran. Kedua, saat saya bergumul dengan proses penuaan, ketidaknyamanan di badan, dan perjuangan untuk tetap bisa aktif dan tetap bisa tampil menarik, di sisi lain, dihadapkan bahwa itu semua hanya penampilan luar, yang saat waktunya sakit, semua tidak berguna. 
Jadi, haruskah dilanjutkan ke klinik?