Thursday, January 01, 2026
1 Januari 2026
Wednesday, December 31, 2025
Hari Terakhir di 2025
HAPPY NEW YEAR
Sunday, December 14, 2025
AGAK LAEN
Hari ini ada yang enggan pergi ke Gereja. Tapi dia sudah bangun pagi dan mandi. Singkat cerita, akhirnya kami keluar rumah di waktu yang terbilang masih pagi. Di perjalanan, kami mengarah ke TangSel. Tapi, tiba-tiba, dia berubah pikiran dan akhirnya berputar haluan menuju ke Jakarta.
Thursday, October 30, 2025
Tuesday, January 05, 2021
Saat hujan
Thursday, December 31, 2020
My closing statement of 2020
The end of the year.
‘This too shall pass’.
Yes! This 2020 will pass for sure, whether you like it or not.
And we may be wondering what all this 2021 looks like.
So, my sane resolution will be:
- Having a healthy body, mind, and soul.
- Can fulfill my daily needs
- Can afford coffee beans
Thank you and bye 2020, welcome 2021
🙏
My Christmas Story
My Christmas Story
Natal anti mainstream, natal yang aneh
Aneh buat saya karena saya terbiasa sibuk dengan tugas2 permusikan saat natal, dan kali ini sepi nyenyep.
Aneh karena saat malam natal kali ini, saya seperti tanpa rasa, bengong, karena insiden ‘reaktif’. Tapi, setelah misa virtual, merasa lebih tenang dan nyaman.
Efek dari kegalauan itu, akhirnya hanya bisa zoom dengan orang2 tersayang, ditemani menu pecel ikan nila.
Aneh karena terbiasa mendapatkan ‘bingkisan natal’ yang berlimpah, apalagi saat harus mengiringi banyak koor. Tapi kali ini sangat jauh berkurang. Puji Tuhan masih ada yang bermurah hati mengirimkan bingkisan natal dari orang2 yang tidak saya duga. Semoga mereka beroleh berkat melimpah.
Aneh karena selama 20 thn kehidupan berumah tangga, tidak pernah punya pernak-pernik natal, dan tidak pernah mau ketempatan untuk kumpul2 natal. Tapi kali ini, saya punya dekor natal, menu natal, serta ketempatan merayakan natal bersama kelurga inti, untuk pertama kalinya.
Aneh karena saya bisa menyelesaikan surat Lukas. Tidak pernah terpikirkan sama sekali seumur hidup.
Aneh karena foto-foto ditemani tanaman.
Semua keanehan dan ke-anti mainstream-an tersebut, diakhiri dengan rasa bahagia dan ucapan syukur karena akhirnya saya dan keluarga bisa berkumpul dan makan siang secara sederhana di rumah. Yang reaktif mendapatkan hasil negatif. Puji Tuhan.
Sunday, August 23, 2020
Calathea
Wednesday, June 10, 2020
Sehari-hari disaat pandemi
Thursday, November 28, 2019
Mendengarkan
Saturday, November 09, 2019
In God's Plan : Sangat Mendadak.
Tuesday, August 06, 2019
Cerita di Hari Minggu, 4 Agustus 2019
Saturday, July 13, 2019
Cerita dibalik sebuah foto-2
Saturday, June 15, 2019
Cerita dibalik sebuah foto (gambar)
![]() |
| Kopi toraja tubruk, kopi toraja vietnam drip, dan pisang bakar ovomaltine |
Saturday, June 08, 2019
Perjalanan ke Pattaya dan Bangkok (4-6 Juni 2019)
![]() |
| Bus ke Pattaya |
Setelah hari pertama di Pattaya, kami memutuskan untuk tidak buru-buru ke Bangkok pada hari kedua. Kami melanjutkan kegiatan di Pattaya, dan kami memilih ke The Sanctuary of Truth sebelum sorenya kami ke Bangkok.
Di Sanctuary inilah saya menemukan satu hal yang sangat menarik. Dari milyaran manusia di dunia, saya bisa berkenalan dengan seorang gadis Rusia yang ternyata mengajar di tempat dulu saya pernah mengajar. Kejadiannya adalah saat saya menawarkan diri untuk memotretnya karena dia datang seorang diri dan dia berdiri dekat-dekat saya sambil memandang object yang menjadi target foto. Setelah chit chat beberapa saat, maka kami bertukar IG. Dan ternyata, dia kost di daerah yang tidak jauh dari tempat tinggal orang tua saya.
![]() |
| Saya dan teman Rusia saya. |
Saat kami tiba di Bangkok, setelah naik kereta dari Ekkamai, kami bingung dengan nomor bus dan bus stop apa yang harus kami tuju untuk ke Khaosan, maka saya bertanya kepada seorang perempuan. Dan dia mengajak saya untuk lewat lalu lintas air. Wow, tidak disangka, kami jadi tahu hal yang belum tentu turis lain tahu. Tapi sayangnya perahu yang akan kami naiki ternyata sudah tidak beroperasi (Pk.19.55). Akhirnya kami disarankan untuk naik bus, dan perempuan itu kembali melanjutkan perjalanannya menggunakan perahu karena rute dia berlawanan dengan rute kami, dan perahunya masih beroperasi. Dan kami akhirnya menggunakan bus dan tiba dengan selamat di hotel kedua (Dang Derm in The Park).
![]() |
| Saya dan teman Thailand yang baik hati |
Hari ketiga, kami memutuskan untuk mencoba Chao Phraya River Cruise sebelum sorenya kami kembali ke Jakarta. Perjalanan dilalui biasa saja. Menikmati Museum, Grand Palace, dan Wat arun. Ternyata waktu kami tidak mencukupi untuk menjelajah semua spot yang ada di setiap dermaga (pier). Akhirnya dari Wat Arun kami memutuskan untuk ikut kapal sampai ke pier akhir dan lanjut untuk kembali ke pier awal kami. Ternyata, di pier akhir, kami tidak bisa langsung ikut kembali ke pier awal. Semua penumpang harus turun dan menunggu untuk naik kapal selanjutnya yang kembali ke pier awal. Petugas memberi tahu bahwa kapal akan tiba 20 menit lagi. Saya bertanya ke petugas, apakah boleh menggunakan colokan listrik yang tersisa (1 spot) untuk mengisi batre hp. Lalu dia memperbolehkan. Yeay!. Tidak lama, kapal datang, maka saya dan para penumpang lain, berjalan menuju kapal. Hehehe. Saat sudah duduk, saya baru sadar kalau saya masih mengisi batre. Saya lompat dari kursi lalu berlari ke dermaga lagi. Karena sepanjang saya ikuti, kapal tidak pernah lama saat merapat di dermaga untuk naik-turun penumpang. Panik, bukan kepalang. Tapi saat saya lompat dari kapal ke dermaga, di saat bersaman, petugas yang tadi memperbolehkan saya menggunakan colokan, juga sedang berlari ke arah saya sambil membawa hp saya. Duh Gusti, selamat deh itu hp. Masih jadi milik saya. I said: thank you, thank you, thank you, 🙏 . Dia tersenyum. Saat kembali ke kapal, ditertawakan oleh penumpang lain. Untungnya, yang menertawakan lumayan ganteng. Hahaha.
![]() |
| Di dermaga inilah iPhone saya nyaris menjadi warga Thailand |
Selain kejadian-kejadian yang saya sampaikan di atas, ada juga hal-hal menarik lainnya yang dijumpai di Thailand. Pertama, selama saya di sana, semua petugas pengoperasian bus (sopir, kondektur, penjual tiket) adalah perempuan (ibu-ibu), begitu pula dengan kapal dan jasa lainnya sepeti toilet dan restaurant, kebanyakan adalah ibu-ibu. Kedua, kebersihan di kota Bangkok dan Pattaya sangat terjamin. Sampai-sampai, toilet di terminal bus juga sebersih toilet di mal dan hotel mahal. Nah, untuk kebersihan di toilet ini, saya punya cerita juga. Jadi, saat saya masuk toilet, saya letakkan botol minum plastik saya, di dekat wastafel bercermin karena saya mau masuk ke toiletnya. Lalu saat saya selesai dan keluar, saya sudah tidak menemukan botol tersebut. Saya tanya ke petugas yang jaga, mereka bilang tidak ada. Hiks, sedih, karena saya senang botol itu. Besar, hasil dari 100% daur ulang, saya beli di Bali. Dan saya tidak menemukan botol seperti itu di Jakarta. Karena terlalu bersih, apapun bentuknya, jika dianggap sampah, mereka bersihkan.



Liburan yang penuh kejutan. Itulah yang membuat saya selalu senang untuk berlibur tidak dengan tour and travel. Banyak hal-hal unik dan cerita menarik yang hanya dapat kita temukan dan dapatkan dari interaksi kita dengan penduduk asli daerah/negara yang kita kunjungi. Tapi kalau lagi mau enak-enak saja dan tidak mau banyak berpikir, maka saya akan ikut tour and travel.
Salam JaMak, Jalan dan Makan.
Monday, May 20, 2019
Small note
Saturday, October 20, 2018
Tak terduga
Perjalanan dimulai saat menaiki pesawat terbang. Agak kaget, karena saat pesawat sudah bergerak dan cabin crew harus memperagakan prosedur keselamatan, di tempat duduk bagian belakang, masih ada beberapa penumpang yang belum duduk (masih berdiri) dan masih sibuk. Entah apa yang dilakukan. Lalu pramugara berlari-lari. Saya sampai tutup muka karena merasa tidak nyaman. Tapi ya sudahlah, namanya juga tidak naik garuda.:).
Sampai di penginapan, kami tidak befikir macam-macam. Karena sudah lelah, kami hanya ingin buru-buru tidur. Tapi saat di resepsionis, masnya berkata bahwa kami mendapatkan suite room karena mereka tidak siap dengan type room yang kami pesan (kami pesan yang standard2 saja). Saat itu kami tidak terfikir apa-apa. Ya sudahlah, diterima saja. Lalu saat masuk, voala.. Kamarnya besar. Ada ruang tamu, ada meja makan, ada 2 toilet, ada bath tub, ada robe, kamar menghadap kolam renang. Duh, rasanya seperti sedang berbulan madu. Alhamdulilah, puji Tuhan, ini membuat kami bahagia. Kami mau menikmatinya. Terima kasiiihhh..
Friday, December 22, 2017
Hari ini hari jumat tanggal 22 Desember 2017, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. Semua timeline medsos berisi tentang hari ibu, baik ucapan maupun meme.
Buat saya, memang jadi kurang gregetnya, karena sudah tidak memiliki sosok ibu di dunia. Beliau sudah kembali ke rumah penciptanya 4 tahun yang lalu.
Bersyukurlah mereka yang masih memiliki ibu.
Di luar kemeriahan tentang hari ibu, ada hal yang membuat saya ingin menulis atau lebih tepatnya ingin mengunjungi blog saya ini yag sudah sangat lama saya tinggalkan.
Berawal dari beberapa waktu yang lalu, saya lupa kapan tepatnya, ada seorang tetangga yang menyapa saya saat sedang membersihkan halaman. Setahu saya, tetangga ini, seorang ibu, yang sudah pindah rumah karena ikut anaknya yang menikah. Singkat cerita, mungkin lebih tepatnya adalah curhat, ibu ini merasa gundah gulana karena kondisi rumah tangga anak yang mengajaknya pindah dan tinggal bersamanya tersebut. Suaminya (menantu sang ibu), memaksa si anak untuk memilih antara dirinya (mantu) atau sang ibu. Hal ini karena menantu tersebut tidak senang dengan keberadaan sang mertua (sang ibu). Akhirnya anak ibu itu memutuskan untuk tetap bersama ibunya dan pindah kembali ke rumah lama (rumah ibu).
Miris, masih ada manusia seperti itu. Dia kenal anaknya (istrinya), karena ada ibu yang melahirkannya ke dunia. ‘Apabila dia ingin menikah (dahulu), dia harus siap menikah dengan anjingnya’.
Tapi, pasti besar upah dan pahala anak yang membela ibu yang telah melahirkan dan merawatnya.
Itulah Hari Ibu, hari ini.
Monday, June 29, 2015
Pendaftaran WYD
Cara mendaftar untuk ikut WYD:
1. Buka www.orangmudakatolik.net/wyd.2016
2. Download Formulir Pendaftaran yang ada di website tersebut
3. Print Formulir Pendaftaran tersebut
4. Isi data diri sesuai dengan kolom pertanyaan di Form Pendaftaran tersebut
5. Foto/Scan Formulir Pendaftaran yang terlah diisi
6. Lakukan pembayaran 100$ (pembayaran pertama) dengan langsung membawa USD 100 tersebut ke Bank Mandiri Terdekat
7. Setor ke Nomor Rekening USD Mandiri 123.000.657.4000 atas nama Andang Binawan dan Yustian Surjadi
8. Bukti Setor difoto/scan
9. Kirimkan Formulir Pendaftaran yang telah di scan/Foto bersama bukti setor ke registrasiwyd@gmail.com
10. Whatsapp Veliska Laurensia sebagai PIC Registrasi di nomor +628989316307
Ayo ikut WYD
Dan bisa download form pendaftaran di www.orangmudakatolik.net/wyd.2016





























