Instagram

Monday, June 29, 2015

Pendaftaran WYD







Cara mendaftar untuk ikut WYD:




Officially Open..Pendaftaran WYD Krakow telag dibuka!Bagaimana daftar WYD 2016 dari Indonesia atau rekan OMK di luar negeri untuk yang BerPaspor INDONESIA?
1. Buka www.orangmudakatolik.net/wyd.2016
2. Download Formulir Pendaftaran yang ada di website tersebut
3. Print Formulir Pendaftaran tersebut
4. Isi data diri sesuai dengan kolom pertanyaan di Form Pendaftaran tersebut
5. Foto/Scan Formulir Pendaftaran yang terlah diisi
6. Lakukan pembayaran 100$ (pembayaran pertama) dengan langsung membawa USD 100 tersebut ke Bank Mandiri Terdekat
7. Setor ke Nomor Rekening USD Mandiri 123.000.657.4000 atas nama Andang Binawan dan Yustian Surjadi
8. Bukti Setor difoto/scan
9. Kirimkan Formulir Pendaftaran yang telah di scan/Foto bersama bukti setor ke registrasiwyd@gmail.com
10. Whatsapp Veliska Laurensia sebagai PIC Registrasi di nomor +628989316307

Ayo ikut WYD

Yang mau ikut World Youth Day, bisa follow twitter dan instagram @wyd_indonesia atau join fb page World Youth Day Indonesia

 Dan bisa download form pendaftaran di www.orangmudakatolik.net/wyd.2016




Thursday, May 10, 2012

Truk Sampah


Suatu hari Fulan naik sebuah taxi menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki maki ke arah kami.
Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut. Saya sangat heran dgn sikapnya yang bersahabat.
Fulan bertanya, "Mengapa anda melakukannya ? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?!".

Saat itulah Fulan belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian sebut "Hukum Truk Sampah".

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada anda.

JANGAN...

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan "truk sampah" mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

HIDUP INI...

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, kemarahan, pembalasan, kekesalan dll. Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan benar dan berdoalah bagi yang tidak benar.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menyikapinya ...

Jangan pernah menghakimi orang lain! Sulit memang!
Belajar dan terus belajar...... utk meningkatkan kwalitas hidup kita.

Ok GUYS,  Keep up the spirit to help others.....;)
 Isuzu Giga CXZ  Hook Lift Truck
 

Wednesday, December 15, 2010

Lanjutan Iseng

Yang ada dalam pikiranku saat membuat tulisan yang berjudul 'iseng' adalah, itu yang terakhir.
Tapi kenyataannya saat ini adalah, itu merupakan awal.

Huahuhuhu..sedih sekali

Berikutnya bertambah jumlah temanku yang memutuskan untuk mengakhiri bahtera rumah tangganya.

Harapanku adalah jangan sampai bertambah lagi jumlah yang akan masuk dalam hitunganku. Amin.

Ada suatu kekhawatiran yang merasuk ke hati.
Tapi aku akan selalu berusaha untuk bertahan sampai Engkau sendiri yang membuat keputusan.
Jangan sampai aku mempermalukan nama-Mu.
Berilah kesabaran dan hati yang baik, bersama Engkau.

Friday, December 10, 2010

- ON MY BIRTHDAY - a present from a friend

God has a present for me

* A Light for A Darkness

* A Plan for Tomorrow

* A Way Out for A Trouble

* Happiness for a sorrow

and a present from her is hope and pray for God will always be with me on my every step.

Thank you friend

Thursday, October 14, 2010

Eenie Meenie Miney Mo

(Sean Kingston)
Eenie Meenie Miney Mo
Catch a bad chick by her toe
If she holla(if, if, if she holla)let her go

She's indecisive
She can't decide
She keeps on looking
From left to right

Girl, come a bit closer
Look in my eyes
Searching is so wrong
I'm Mr.Right

You seem like the typeeee
To luv em and leave em
And disappear right after the song
So give me the niiiight
To show you hold you
Don't leave me over here dancing alone

You can't make up your mind mind mind mind mind
Please don't waste my time time time time time
I'm not tryin to rewind wind wind wind wind
I wish our hearts could come together as one

But shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova (oooh)

(Justin Bieber! )
Let me show you what your missin
Paradise
With me your winnin girl
You don't have to roll the dice
Tell me what you're really here for (here for)
Them other guys
I can see right through ya

You seem like the type
To love em and leave em
And disappear right after the song
So give me the niiiight
To show you and hold you
Don't leave me out here dancing alooone

Can't make up your mind mind mind mind mind
Please don't waste ma time time time time time
Not trying to rewind wind wind wind wind
I wish our hearts could come together as one

But shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova (Woah)

(Sean Kingston)
Eenie Meenie Miney Mo
Catch a bad chick by her toe
If she holla(if, if, if she holla)let her go
Eenie Meenie Miney Mo
Catch a bad chick by her toe
If she holla(holla holla)let let let her go

Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova(Yeah yeah yeah)
Shawty is a eenie meenie miney mo lova(oooooohh)
Shawty is a eenie meenie miney mo lova(here we go! )

(Both)
Can't make up your mind mind mind mind mind
Please don't waste my time time time time time
I'm not trying to rewind wind wind wind wind
I wish our hearts could come together as one

But shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova
Shawty is a eenie meenie miney mo lova (Woah) oh oooooh

Thursday, August 19, 2010

Beautiful Bromo


Oleh-oleh dari Bromo

Jalan-jalan itu ga pernah nge-bosenin. Ada aja hal baru yang bisa ditemui. Padahal perginya ke tempat yang sudah pernah kita datangi.

Monday, October 26, 2009

Iseng lagi

Nah kalo yang iseng kali ini, kejadiannya masih fresh. Baru terjadi hari minggu kemarin.

Gw n my hubby liat2 ke REI Expo. Eh, ga disangka-sangka, laki ane ngeliat sosok seorang cowok yang ternyata adalah mantan suami temen gw. Kenapa ini mjd special adalah karena tuh cowok ninggalin temen gw itu, begitu saja. Tanpa babibu.

Trus yg gw terkesima adalah. Tuh cowok jalan bareng perempuan, yang ud pasti his new wife-lah, yg sangat jauh dari yg gw bayangkan. Krn dlm opini gw selama ini. Kalo cowok ninggalin istrinya utk perempuan lain, sudah pastilah tuh perempuan mempunyai kelebihan yang luar biasa dibanding istri pertamanya.

Ternya, itu jauh dari yg gw bayangkan. Yg gw liat saat itu adalah, perempuan bulet, gembrot, n biasa sekali tampangnya. Walah, kaget banget gw. Temen gw itu intelektual tinggi, secara lulusan amerika gitu loh. Punya pekerjaan bagus, rajin merawat diri. Pokoknya okelah. Lah, kok bisa2nya tuh cowok beralih ke perempuan yg spt itu.

Oops, mulai lagi gw menghakimi. Tapi ya itulah. Semuanya misteri. Mungkin yg dilihat cowok itu berbeda dengan apa yg gw liat. Tapi satu hal yang pasti adalah, bahwa laki2 itu bukan jodoh yang baik untuk temen gw. Mudah2an temen gw menemukan tambatan hatinya yang sejati. Amin.

Iseng 2

Lanjut lagi isengnya.

Ada juga opa oma yang saling ga 'enakan'.

Ceritanya berawal dari bergabungnya kaum bapak di kelompok PS ibu2. Kaum bapak ini membawa seorg dirigen yang langsung memimpin PS ibu2 ini menjadi PS gabungan. Alasannya krn kaum ibunya makin menipis.

Yang bingung sebenernya gw, krn jd ada 2 dirigen hari itu. Bingung ikut yang mana.

Eh, selanjutnya, kedua dirigen itu malah tidak ada yang nongol di latihan. Walah. Runyam. Yang dirigen lanang, bilangnya menyerahkan ke dirigen wedok. Nah yang wedok mungkin masih merasa ga nyaman. Jd ga datang. Bilangnya sih ada job.

Hmm..yang ketumpuan adalah pianis. Terpaksalah ane melatih. Mereka sih seneng, gw nya bercucuran keringat.

Ada2 aja opa n oma ini.

Iseng

Udah malem nih. Hari ini ga ngajar karena murid ga bisa les. Di rumah, hujan deras sekaleee..sampe takut. Sekarang, iseng2 nulis ah.

Ada hal-hal yang bagus buat di inget sepanjang minggu yang lalu.

Selama ini sudah terbentuk dalam pikiran gw kalo yang namanya sopir angkutan umum itu ga ada yang berhati baik. Melihat dari cara mereka bertugas, sepertinya mereka sudah tidak punya hati nurani. Yang penting dapet uang setoran.

Tapi kali ini beda. Pulang dari sekolah, gw naik angkot seperti biasanya. Kemudia ada penumpang perempuan turun di jalan yang lumayan padat malam itu. Setelah memberikan ongkos, dan mengembalikan kembaliannya, berangkatlah angkot dengan merayap karena padat lalin-nya. Ga lama bergerak, tiba2 sopir angkotnya membanting uang yang di berikan penumpang tadi sambil berkata agak panik :"Sial, gobanan!". Wah, ternyata uang dikembalikan tidak sesuai karena sang sopir pikir, uangnya 20 ribuan. Trus temen di samping sopir berkata :"Udah sana, kembaliin, biar gw yg bawa mobilnya (maksudnya ke pangkalan)."

Gw langsung terhenyak. Merasa bersalah sekali. Gw sampe pengen bilang ke kedua sopir itu bahwa Tuhan menyayangi kalian. Semoga dengan kejujuran itu, kalian selalu memperoleh kedamaian dan kebahagiaan. Tapi gw ga berani. Gw cuma bersyukur bahwa TUhan telah membuka hati gw untuk tidak menghakimi orang lain. Masih ada manusia2 yang mempunya hati di dunia ini. Walaupun mungkin sangat sulit mencarinya. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Wednesday, September 16, 2009

PEROKOK OH PEROKOK


PEROKOK OH PEROKOK
Perjalanan pulang malam mini benar-benar perjalanan yang penuh perjuangan. Legaaaa banget akhirnya bisa sampai di rumah.
Seperti biasa, hari ini aku mengajar di taman surya sampai pk.18.30. Yang tidak biasa adalah, pada saat waktunya pulang, my soulmate menelepon dan memberitahukan bahwa doi tidak bisa menjemput diriku. Sedih sih, tapi apa boleh buat. Pekerjaannya di kantor menumpuk. Maklum, sudah mau libur hari raya.
Singkatnya, aku pulang dengan menggunakan kendaraan umum. Dimulai dari menunggu angkot di taman surya. Dari menunggu dengan perasaan santai tapi berharap, sampai akhirnya sudah tidak ada perasaan apa-apa, itu angkot ga muncul-muncul. Akhirnya aku putuskan mau cari ojek. Sebenarnya aku malaass sekali untuk naik ojek. Pertama, lebih mahal memang. Tapi sepadan karena waktu tempuh lebih cepat. Kedua, mereka sering sembarangan mengendarai motornya. Aku jadi takut jatuh dan deg-degan. Itulah kenapa aku tetap cinta angkot.
Di saat-saat kritis aku mau cari ojek. Eh, tiba-tiba terlihatlah sesosok bentuk kendaraan minibus, berwarna merah pula. Duh, senangnya. Tapi ternyata saudara, angkot itu mau pulang dan bukan angkot trayek di daerah itu. Yah, gigit jari lagi. Tapi puji Tuhan, ga lama berselang, di belakang angkot pertama tadi muncul juga angkot tumpanganku. AKhirnya aku naik angkot tsb. Total waktu menunggu lebih kurang 35 menit.
Perjalanan setelah itu juga bukanlah perjalanan yang menyenangkan. Angkotnya ternyata isi bensin dulu, belum macet yang super heboh dari taman palem ke cengkareng. Pembangunan fly over, plus orang belanja lebaran, plus kendaraan, plus debu, membuat semakin berwarna perjalanan dengan angkotku tercinta.
Akhirnya sampailah diriku di perempatan cengkareng. Lalu aku lanjut untuk naik angkot berikutnya. Di angkot ini sih ga terlalu aneh dan ajaib. Tapi angkotnya seperti melayang-layang. Jalannya ga mantep. Ya sudahlah, aku nikmati saja. Dan tibalah aku di perempatan mal puri. Lalu aku berganti kendaraan menggunakan kopaja.
Sebelum aku naik kopaja itu, ternyata salah satu kopaja yang lain sudah memindahkan penumpangnya ke kopaja yang akan aku tumpangi. Alhasil, penuhlah kopaja tsb. That’s ok. Yang tidak ok adalah, ada kopaja berikutnya yang juga memindahkan penumpangnya ke kopaja yang aku tumpangi. Total, dua bus yang berisikan penumpang telah berpindah ke kopaja yang aku tumpangi. Kebayang ga gimana riuhnya di dalam bus. Mungkin seperti ayam atau kambin yang mau dibawa ke tempat pemotongan. That’s ok. Itulah resikonya pengguna angkutan umum. Walaupun sebagai penumpang sih aku pengennya angkutan umum itu bisa seperti angkutan umum di singapur or di Australia. Tapi itu sih mimpi di siang bolong. So, just live with it. Terima nasib.
Pada saat aku naik bis tsb, memang ada penumpang yang merokok dengan perasaan bersalah, kalo boleh dibilang begitu. Karena kalau diperhatikan, doi ga nyaman merokok, it’s obvious. Tapi mungkin karena sayang rokoknya cuma punya sebatang dan ga bisa beli lagi or karena tanggung, akhirnya doi tetap memaksakan merokok. Lalu aku liatin aja itu orang. Lama-lama doi ga enak juga, akhirnya dimatikan lah itu rokok. Good.
Tapi kok ternyata masih terasa bau rokok. Lalu aku coba menengok ke belakang. Karena tempat aku berdiri di dalam bis penuh sesak, maka aku agak sulit untuk melihat orang tsb. Lagi pula, dalam benakku hanya ada satu pikiran yaitu aku harus waspada terhadap tasku. Singkatnya akhirnya aku menemukan sosok orang tsb. Pertama aku hanya liatin aja orang itu. Terus dan terus. Tapi ga ada respon. Rokoknya tetap nempel di bibir mulutnya, menyala. Padahal di depan orang tsb, juga berdiri penumpang lain yang kepalanya or rambutnya sangat mungkin tersundut oleh rokok orang itu. Keseeeellll banget. Aku hanya bisa pasrah. Tapi tiba-tiba, mukaku diserbu oleh abu rokok orang itu. Maklum, kaca-kaca bis terbuka dengan sangat anggunnya. Wah, naik pitamlah diriku. Tapi aku mencoba untuk tetap elegan dalam menegur orang tsb. “Pak, bisa minta tolong dimatikan dulu rokoknya?” lalu orang tsb bertanya dengan mulut yang tertutup karena mempertahankan rokoknya. “Kenapa?’, katanya. Aku ulangi lagi pertanyaanku. Jawabannya bener-bener bikin gue gemeteran. Gemeteran karena menahan keseeelll. Dia menjawab. “Susah! Lagian kan ga dikebulin”. Maksudnya ga ada asapnya barangkali. Gemezzz banget. Tapi masih tetap dengan menahan emosi jiwa dan berusaha untuk tetap elegan, aku membalas. “Tapi abu rokoknya kena ke muka saya pak”. Lalu jawabnya, “ooo”. Kemudian mematikan rokoknya. Grrrr..
Setelah aku turun dari kopaja, bapak itu masih mengamat-amati diriku. Takut juga sih. Sambil terus berdoa, aku cepat-cepat melarikan diri untuk ganti ke angkot berikutnya. Fyuuuhhh..here I am now. Lega udah sampai di rumah.
Yang mengganjal pikiranku adalah, apakah berhubungan dengan rokok dan menjadi pemujanya itu, menjadikan orang tumpul hati, ga punya hati nurani, ga punya perasaan, menindas hak asasi orang lain, egois. Sampai-sampai di situasi dan kondisi yang sudah sedemikian padatnya. Yang untuk cari oksigen diantara manusia-manusia di dalam bis kota saja sudah sulit, harus ditambah pula dengan asap dan sisa pembakaran dari perokok. Please deh. Sepertinya orang-orang perokok itu takut kalau-kalau sekian menit or detik berikutnya mereka akan mati dan tidak bisa merokok sebelum ajalnya. Jadi harus saat ini, detik ini, merokok ya merokok. Hidup rokok!! Ga harus gitu kan?
Mudah-mudahan ga ada yang ketiga kali deh. Karena sebelum kejadian mukaku tertebar abu rokok, aku juga pernah tersundut api rokok di bis karena perokok itu memegang rokok yang menyala, lalu aku harus berpegangan yang ternyata api rokoknya jatuh di tanganku. Sedih banget ya. Kesel banget ya.
Sadarlah hai para perokok. Merokoklah pada tempatnya. Hormati orang lain.

Tuesday, September 08, 2009

Energizing Words

There are 2 choices man has in life, either focusing on his own need or becoming an impact for others. It is human if some want to perform the second choice though the facts speak far different from the theory. Instead of circulating positive impact for others, there are still a lot of men leading their lives as stumbling stones and they never care.

When there is a will, we can do a lot to impact our world. Indeed, something needs to be done and a good place to start is with ourselves, such as changing negative things to positive ones. Be appreciation giver, not faultfinder. Think for good and not full of prejudice. Take healthy life style and avoid doing harm to your own life. Work hard and be a role model, not an easy going person. One thing we may not forget is leaving sinful manners to go to the path of righteousness. Then we will be surely spreading out good impact to our family, job, colleagues, as well as our surroundings. Wow...slow but sure, the positive current we have will shake the world.

So, friends, start from now the new life style!!
A life style to impact your world..


*Adapted from Energy

Sunday, March 29, 2009

Di Saat Daku Tua........(*)

Di saat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Di saat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku, di saat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Di saat saya dengan pikunnya mengulang terus-menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku. Di masa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Di saat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah di masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Di saat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap mengapa yang engkau ajukan di saat itu.

Di saat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan di masa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan

Di saat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku. Asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia,

Di saat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu di saat engkau mulai belajar tentang kehidupan.


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku. Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur. Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

(*)Anonymous

Inspired by parents anniversary and Situ Gintung tragedy.


Kita ga tau kapan Waktu Tuhan akan datang untuk kita. Jadi bersiaplah selalu, dan sayangilah selalu orang tua kita.

Monday, December 15, 2008

Kehidupan

Kehidupan...

Selalu ada imbangnya.
Di satu saat bersamaan, seseorang harus merasakan kegembiraan, sekaligus kesedihan.

Ada yang gembira atas keberhasilan masuk sekolah yang diharapkan..(I'm happy for you, my friend).

Lalu di saat yg sama harus memberikan ucapan belasungkawa karena dengan umur yang belum seperti aku, dia sudah kembali ke rumah 'kekal' (Jangan takut, di sana akan lebih baik my friend)

Ada yang sedang merasakan kesakitan dan penderitaan karena kesalahan orang lain. (Jalani dengan kerelaan ya my friend).

Dengan segala keterbatasanku sebagai manusia, yang bisa kulakukan hanya berdoa untukmu my friend, and God will do the rest.... the best for you.



*Dedicated to magda, ari dwi, n yohan..

Sunday, May 28, 2006

Quake kills 2,500 in Indonesia...


Earthquake kills more than 2,500 in Indonesia
Thousands more injured in central Java province after 6.2 temblor

A man searches for his belongings among the ruins of his house after an earthquake in the village of Gantiwarno, outside Yogyakarta, Indonesia, on Saturday.
View related photos


MSNBC News Services
Updated: 10:07 a.m. ET May 27, 2006


YOGYAKARTA, Indonesia - A powerful earthquake flattened homes and buildings in central Indonesia early Saturday, killing more than 2,500 people and injuring thousands more in the country’s worst disaster since the 2004 tsunami.
As darkness fell in the heartland of Indonesia’s main island of Java, thousands were preparing to spend the night outside their ruined homes or on the grounds of mosques, churches and schools. “It’s pitch dark. We have to use candles and we are sitting outside now. We are too scared to sleep inside. The radio keeps saying there will be more quakes. We still feel the tremors,” said Tjut Nariman, who lives on the outskirts of Yogyakarta.
The magnitude 6.2 quake struck near the ancient city of Yogyakarta 250 miles east of the capital, Jakarta, around dawn as many people slept, causing death and damage in several nearby towns.

TV footage showed damaged hotels and government buildings, and several collapsed buildings. Roads and bridges were destroyed, hindering efforts to get the wounded to hospitals. Some phone lines also were cut.
“It felt really powerful, and the whole building shook,” said Narman, a receptionist at a hotel in Yogyakarta. “Everyone ran from their rooms.”
President Susilo Bambang Yudhoyono ordered the army to help evacuate victims, as panicked residents ran into the smoldering streets, many clutching young children. He said he would head to the disaster zone in Central Java province later Saturday.
Rising death tollNine hours after the quake struck, the number of dead stood at 2,517, said Direvan, an official in the Social Affairs Ministry’s task force office, with two-thirds of the fatalities occurring in the devastated district of Bantul.
“The numbers just keep rising,” said Arifin Muhadi of the Indonesian Red Cross, adding that nearly 2,900 people were hurt.
In the chaos that followed the quake, rumors of an impending tsunami sent thousands of people on Java fleeing to higher ground in cars and motorbikes. But Japan’s Meteorological Agency said there was no danger of a killer wave.
Doctors struggled to care for hundreds of injured people lying on plastic sheets, straw mats and even newspapers outside the overcrowded hospitals, some hooked to intravenous drips dangling from trees.
“We need help here,” said Kusmarwanto of Bantul Muhammadiyah Hospital, the closest hospital to the quake’s epicenter, adding that his hospital alone had 39 bodies.
“There so many casualties. Houses ... are flattened. Many people still need to be evacuated,” he said.
At nearby Dr. Sardjito Hospital, health officials tallied 60 dead, but more bodies were lined up in the hallway and some family members were taking them home before they could be added to the official toll.
“We have hundreds of injured people, our emergency care unit is overwhelmed,” said Heru Nugroho.
The quake cracked the runway in Yogyakarta’s airport, closing it to aircraft until at least Sunday while inspections take place, Transport Minister Hatta Radjasa said.
Officials said they did not know yet if the 9th century Buddhist temple, considered one of the seven wonders of the world, was affected in the quake.In hardest hit Bantul district, Subarjo, a 70-year-old food vendor, was sobbing next to his dead wife, his house destroyed.
“I couldn’t help my wife ... I was trying to rescue my children, one with a broken leg, and then the house collapsed. I couldn’t help my wife,” he said weakly.
“I have to accept this as our destiny, as God’s will,” he added.
Volcanic eruption The quake’s epicenter was close to Mount Merapi, which has been rumbling for weeks and sending out large clouds of hot gas and ash.
Activity increased on Saturday, with one eruption that came soon after the quake sending debris some 2 miles down its western flank, but Bambang Dwiyanto of the Energy and Mineral Ministry said the two events did not appear to be directly related.
Almost all people had already been evacuated away from the volcano’s danger zone, and there were no reports of injuries as a result of the eruption.
Indonesia, the world’s largest archipelago, is prone to seismic upheaval due to its location on the so-called Pacific “Ring of Fire,” an arc of volcanos and fault lines encircling the Pacific Basin.
A magnitude 9.1 earthquake on Dec. 26, 2004, under the sea off the coast of Indonesia’s Sumatra Island triggered a tsunami that killed more than 131,000 people in Aceh province, and more than 100,000 others in nearly a dozen other countries.
© 2006 MSNBC Interactive

Sunday, April 30, 2006

Remember the 5 simple rules to be happy :

1. Free your heart from hatred
2. Free your mind from worries
3. Live simply
4. Give more
5. Expect less

Thursday, March 30, 2006

Ketika sepi menghampiri
Ketika sunyi datang menggapai
Ketika hening mengusik

Rasa itu ......... hadir ..............

Logika dan hati yang bertentangan?
Logika dan hati yang mengubah takdir?
Logika dan hati dari manusia penakut?
Logika dan hati penyebab penyesalan?

A N D A I .............

Ketika rasa itu menghampiri,
Tak seorangpun yang munafik

Ketika rasa itu datang menggapai,
Jujurlah .......

Ketika rasa itu mengusik,
Logika dan hati seiring

Akankah .......

Penyesalan terhapuskan?

Jujurlah selalu kepada hati
Ungkapkanlah semua hasrat